Minggu, 21 Januari 2024

MEMBANGUN KARAKTER

MEMBANGUN KARAKTER Disiplin diri maerupakan hal penting dalam setiap upaya membangun dan membentuk karakter seseorang, sebuah organisasi, dan sebuah masyarakat bangsa. Sebab dalam hububungannya dengan seseorang-- karakter mengandung pengertian (1) suatu kualitas positif yang dimiliki seseorang, sehingga membuatnya menarik  dan atraktif; (2) reputasi seseorang; dan (3) seseorang yang unsual atau memiliki kepribadian yang eksentrik.     
 
Dalam kamus poerwardarminta, karakter diartikan sebagai  tabiat;  watak; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada yang lain.
Dengan pengertian dia ata dapat dikatakan bahwa membangun karakter( karakter builiding) adalah proses mengukir atau memahat jiwa sedemikian  rupa, sehihingga ''berbetuk'' unik, menarik, dan berbeda atau dapat dibedakan  dengan orang lain. Ibarat sebuah huruf alfabet yang tak pernah sama antara yang satu dengan yang lain, demikianlah orang-orang yang berkarakter dapat dibedakan satu dengan yang lain (termasuk yang tidak/belum berkarakter atau "berkarakter" tercela).
Kalimat itu boleh jadi merangkum sejarah hidupnya yang sangat inspirasional. Lewat perjuangan panjang  dan ketekunan yang sulit dicari tandingannya, ia kemudian menjadi salah seorang pahlawan  besar dalam sejarah amerika yang mendapatkan berbagai penghargaan di tingkat nasional dan internasional atas prestasi dan pengabdiannnya (lihat homepagewww.hhki.org). hellen keller adalah model manusia berkarakter (terpuji)
Dan sejarah hidupnya mendemonstrasikan bagaimana proses membangun karakter itu memerlukan disiplin tinggi  karena tidak pernah mudah dan seketika atau instan. Diperlukan refleksi mendalam  untuk membuat rentetan moral choice(keputusan moral) dan itindaklanjuti dengan  aksi nyata sehingga menjadi praktis, refleksi, dan praktik. Diperlukan  sejumlah waktu untuk membuat semua itu menjadi custom (kebiasaan) dan membentuk watak atau tabiat seseorang.
Demikianlah makna penting sebuah karakter dan proses pembentukkannya yang tidak pernah mudah melahirkan manusia-manusia yang tdk bisa  dibeli .  Ke arah yg demikian itulah pendidikan dan pembelajaran --termasuki pengajaran di instituti  formal dan pelantikan instituti non --formal -- seharusnya bermuara, yakni membangun manusia-manusia yang memperjuangkan agar dirinya  dan orang-orang yang dapat dipengaruhnya agar menjadi lebih manusiawi, menjadi manusia yang utuh atau memilikin intergritas.  

Selama ini kita melihat film bertema pendidikan belum mencapai puncak popularitas dibanding genre film lain. Mungkin hanya Laskar Pelangi yang pernah mendobrak  kemapanan film genre drama anak muda yang selalu menguasai daftar film sukses tanah air.

Meski begitu, film bertema pendidikan selalu ditunggu-tunggu. Apalagi yang menceritakan kehidupan sekolah daerah pedalaman nan terpencil. Sebelumnya pasti anda tak asing dengan film ini:

  • Di Timur Matahari
  • Denias, Senandung di atas awan
  • Sokola Rimba
  • Atambua 39 Derajat Celcius
  • dan banyak lagi.

Nah, kali ini ada film serial terbaru yang punya kemiripan dengan film di atas berjudul : Jembatan Pensil.

Mengambil tempat di Perkampungan Muna, Sulawesi Tenggara, film ini sangat recommended buat pecinta film-film pendidikan. Guru dan pelajar sangat disarankan menonton film inspiratif ini.

Berikut detail film “Jembatan Pensil”:

Detail Film Jembatan Pensil
SutradaraHasto Broto
ProduserTyas Abiyoga
Penulis naskahExan Zen
GenreDrama
ProduksiGrahandhika Visual
Tanggal rilis7 September 2017
ProduksiGrahandhika Visual
PemainKevin Julio, Meriam Bellina, Agung Saga, Alisia Rininta, Didi Mulya, Andi Bersama, Aska Marzuqi

Sinopsis Film Jembatan Pensil

Empat anak Sekolah Dasar bernama Inal, Aska, Nia dan Ondeng berjuang mencari pendidikan dari guru mereka di sebuah sekolah gratis. Inal dan Ondeng sama-sama memiliki kekurangan fisik dan mental. Inal adalah anak tuna netra, sedangkan Ondeng terbelakang secara mental.

Keterbatasan yang mereka miliki tak pernah sedikitpun melunturkan niat mereka mencari pendidikan. Ondeng, dengan cacat mentalnya, punya bakat menggambar sketsa. Kemampuan ini rutin ia lakukan untuk mengisi hari-harinya.

Seluruh peristiawa hidup ia abadikan lewat sketsa. Termasuk kehidupan ayahnya yang bekerja sebagai nelayan, dan juga jembatan rapuh yang biasa mereka lewati saat bersekolah.

Suatu hari, jembatan rapuh itu akhirnya rubuh saat keempatnya melintas. Musibah ini tak lantas mematahkan semangat mereka bersekolah. Mereka bercita-cita membangun kembali jembatan yang setiap hari mereka lalui itu.

- - -

Nah itulah sekelumit sinopsis film Jembatan Pensil yang tayang bulan September lalu. Intinya, film ini akan mengubah mindset terutama para pelajar di perkotaan tentang sulitnya mengkakses pendidikan.

Saat anak-anak di perkotaan memilih tidak serius dengan pendidikannya, di belahan bumi lain sana, di daerah-daerah pelosok tanah air, banyak anak yang rela menempuh perjalanan berliku untuk menuju sekolahnya. Semoga bermanfaat. .



sinopsis:tanah surga

Setelah meninggalnya istri tercinta, Hasyim, mantan sukarelawan Konfrontasi Indonesia Malaysia tahun 1965, memutuskan tidak menikah. Ia tinggal bersama anak laki-laki satu-satunya yang juga menduda, Haris, dan dua cucunya: Salman dan Salina. Hidup di perbatasan Indonesia dan Malaysia merupakan persoalan tersendiri bagi mereka, karena keterbelakangan pembangunan dan ekonomi. Masyarakat perbatasan harus berjuang untuk mempertahankan hidup mereka, termasuk keluarga Hasyim yang tetap tinggal di Indonesia karena loyalitas pada bangsa. Haris mencoba membujuk ayahnya untuk pindah ke Malaysia dengan alasan di sana lebih menjanjikan secara ekonomi dibandingkan tetap tinggal di wilayah Indonesia. Astuti, guru sekolah dasar di kota, datang tanpa direncanakan. Ia mengajar di sekolah yang hampir rubuh karena setahun tidak berfungsi. Tak lama berselang datang pula Dr. Anwar, dokter muda yang datang karena tidak mampu bersaing sebagai dokter professional di kota. Salman dan Salina gembira hatinya karena kedatangan Astuti dan Dr. Anwar. Diam-diam Dr. Anwar menyukai Astuti. Luluhkah hati Hasyim dengan bujukan Haris pindah ke Malaysia? Bagaimana kisah kasih Dr. Anwar dan Astuti?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEMBANGUN KARAKTER

MEMBANGUN KARAKTER Disiplin diri maerupakan hal penting dalam setiap upaya membangun dan membentuk karakter seseorang...